1. Karakteristik ekstrakulikule PAI
- Individual, yakni dikembangkan sesuai dengan potensi/bakat peserta didik masing-masing.
- Pilihan, yakni dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
- Memotivasi, yakni membangun semangat peserta didik untuk mengembangkan potensi/bakat melalui kegiatan yang diminati.
- Kemanfaatan sosial, yakni dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.
2. Dasar filosofis ekstrakulikuler
Landasan filosofis dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai dalam tujuan kegiatan ekstrakurikuler.Kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.“Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi kegiatan ekstrakurikuler yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.
Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut :
a. Ruang yang disediakan lembaga pendidikan untuk peserta didik guna mengeksplore potensi dan kemampuannya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
b. Mengembangkan kreativitas peserta didik berdasar pada bakat dan minat yang telah dimiliki sejak kecil, serta memperbanyak kesempatan peserta didik untuk berinteraksi sosial dan bekerjasama di luar jam pelajaran.
3. TUJUAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PAI
menurut Dr. H. Rahmat Raharjo Syatibi, M.Ag. dalam bukunya “Pengembangan & Inovasi Kurikulum” menyebutkan bahwa, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh dan/atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Dari pengertian-pengertian di atas, dapat dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah rancangan atau usaha-usaha yang dijalankan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, baik dilaksanakan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas wawasam pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang digunakan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran PAI yang dilakukan secara kurikuler. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan religiusitas peserta didik, juga kepedulian mereka terhadap kondisi sosial budaya masyarakat di sekitar mereka.
Kegiatan ekstrakurikuler PAI yang diselenggarakan oleh sekolah bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan kurikuler Pendidikan Agama Islam yang mencakup 7 pokok bahan pelajaran, yaitu:
a. Keimanan
b. Ibadah
c. Al-Qur’an
d. Akhlak
e. Muamalah
f. Syari’ah
g. Tarikh
Kegiatan ekstrakurikuler sendiri bertujuan untuk: (a) Memperluas, memperdalam pengetahuan dan kemampuan/kompetensi yang relevan dengan program kurikuler; (b) Memberikan pemahaman terhadap hubungan antar mata pelajaran; (c) Menyalurkan bakat dan minat peserta didik; (d) Mendekatkan pengetahuan yang diperoleh dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat; (e) Melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Di samping itu, agar peserta didik lebih dapat memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari di dalam kelas. Artinya, bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah untuk menunjang program pembelajaran di sekolah/madrasah dalam memahami dan mendalami pelajaran, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang telah tersusun dalam kurikulum sekolah/madrasah sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.[12]
4. Langkah langkah pengembangan dan inovasi ekstrakulikuler PAI
Dr. H. Rahmat Raharjo Syatibi, M.Ag., dalam bukunya Pengembangan & Inovasi Kurikulum, menjelaskan; adapun langkah-langkah yang perlu diambil dalam merancanakan program ekstrakurikuler secara garis besar antara lain:
1. Menganalisis kebutuhan atau keperluan (need analysis) peserta didik dalam proses pendidikan yang berpangkal dari hasil kegiatan intra dan ekstrakurikuler, apresiasi masyarakat sekitar, rata-rata usia peserta didik, kegemaran, dan keperluasan madrasah;
2. Merumuskan dan mengajukan sarana-sarana yang diperlukan, di mana peserta didik dapat diikutsertakan secara aktif disertai dengan bimbingan guru;
3. Menghaluskan rumusan dan sasaran-sasaran dengan menambah dan mengurangi atau bahkan memperbaiki kegiatan-kegiatan tersebut, untuk kemudian menetapkan kegiatan-kegiatan yang akan melengkapi program ekstrakurikuler;
4. Penanaman nilai-nilai karakter bangsa dalam proses kegiatan ekstrakurikuler melalui pembiasaan (habituasi) yang dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.
5. Penilaian yang dilakukan pada waktu berlangsungnya kegiatan dan setelah pelaksanaan kegiatan.
Dalam usaha membina dan mengembangkan kompetensi peserta didik, maka dalam merencanakan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah/madrasah hendaknya memerhatikan hal-hal berikut ini:
a. Kegiatan ekstrakurikuler harus menjadi kegiatan yang edukatif dan ritual. Karena dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembinaan dan pendidikan praktis dalam kehidupan sehari-hari;
b. Kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya dapat menjadikan kegiatan rekreatif yang dapat memacu semangat baru dan menghilangkan kejenuhan. Sehingga peserta didik akan memperoleh manfaat dari kegiatan yang diikuti dan memiliki kesiapan untuk menghadapi pelajaran baru;
c. Kegiatan ekstrakurikuler harus terbebas dari hal-hal yang mendustakan, merusak, serta menyerang akhlak dan prinsip-prinsip moral, seperti membahas ayat-ayat Allah tanpa acuan yang jelas, memandang sinis terhadap orang yang tenang dan rajin beribadah, mengeksploitasi kedengkian, mgolok-olok peserta didik, mengumpat, mengadu domba, memperlihatkan aurat, berbicara keji, mengumbar nafsu, atau menceritakan khufarat dan kebohongan;
d. Dalam kegiatan ekstrakurikuler harus menampilkan sosok pembimbing yang aktif dan efektif serta menjadi teladan yang ideal dan aktif dalam berbagai kegiatan.[22]
5. Contoh pengembangan dan inovasi ekstrakulikuler PAI
Jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam buku pedoman kegiatan ekstrakurikuler PAI sebagai berikut:
1) Baca Tulis al-Quran (BTQ) yang merupakan kegiatan pembinaan kemampuan membaca dan menulis al-Quran meliputi penguasaan dasar-dasar ilmu tajwid, makharijul huruf, dan kelancaran membaca dan menulis.
2) Tahfizh al-Qur’an yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan menghafal ayat-ayat al-Quran.
3) Pembinaan Tilawah al-Qur’an yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan seni membaca al-Quran yang mengacu pada kaidah-kaidah tartil yang dikembangkan melalui qira’atus sab’ah (tujuh jenis bacaan).
4) Seni Kaligrafi yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan menulis indah teks Arab berdasarkan kaidah khathiyah dan imlaiyah yang benar.
5) Ceramah keagamaan (muhadharah) yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan menyampaikan pesan keagamaan di depan publik secara lisan.
6) Nasyid yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan dalam bidang seni suara yang bercorak Islam dan mengandung kata-kata memuji Allah, kisah para nabi, nasihat, dan sejenisnya yang dinyanyikan dengan mengutamakan olah vokal tanpa alat musik (acappela).
7) Seni Musik Islami yang merupakan kegiatan pembinaan keterampilan olah seni vokal yang diiringi alat musik bernuansa Islami meliputi rebana, Marawis, Hadrah, Samrah, Qasidah, dan sejenisnya. Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam, ada yang berkaitan langsung dengan mata pelajaran PAI dan ada pula yang tidak berhubungan. Artinya, kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan langsung tersebut dapat diarahkan kepada kegiatan pengayaan dan penguatan terhadap materi-materi pembahasan dalam mata pelajaran PAI, seperti kegiatan ekstrakurikuler membaca al-Qur’an (kursus membaca al-Qur’an). Kegiatan ini sangat penting mengingat kemampuan membaca al-Qur’an merupakan langkah awal pendalaman dan pengakraban Islam lebih lanjut. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada banyak jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti baca tulis al-Qur’an, Tahfidz al-Qur’an, Rohis, seni musik Islami, Ceramah Keagamaan, Nasyid dan lain sebagainya.
