Kamis, 19 Mei 2022

PENGEMBANGAN DAN INOVASI SILABUS DAN RPP PAI

A.      Karakteristik Silabus dan RPP PAI

Silabus adalah rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat. Silabus adalah pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Abdul Majid, 2012: 38-39).

Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar,  dan Penilaian. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut.

a.       Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh  Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar).

b.      Materi Pokok apa sajakah yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi.

c.       Kegiatan pembelajaran yang bagaimanakah yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan objek belajar.

d.      Indikator apa sajakah yang harus ditentukan untuk mencapai Standar Isi.

e.       Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.

f.        Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu.

g.      Sumber Belajar apa sajakah yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu.

Pengembangan RPP harus memperhatikan perhatian dan karakteristik peserta didik terhadap materi standar yang dijadikan bahan kajian. Dalam hal ini perlu diperhatikan agar guru jangan hanya berperan sebagai transformator, tetapi harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah dan nafsu belajar, serta mendorong peserta didik untuk belajar, dengan menggunakan berbagai variasi media, dan sumber belajar yang sesuai, serta menunjang pembentukann standar kompetensi dan kompetensi dasar (Mulyasa, 2007: 218-219).

Setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas. adapun karakteristik masing-masing mata pelajaran dapat di lihat pada standar isi (Permen Diknas Nomor 22 TAhun 2006)

B.     Dasar Filosofis Pengembangan dan Inovasi Materi PAI

Berlandaskan Undang-Undang Republik nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional, berkewajiban menetapkan berabagai peraturan tentang standar penyelenggaraan pendidikan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Standar nasional pendidikan yang dimaksud meliputi: (1) standar isi, (2) standar kompetensi ulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) sstandar penilaian.

Salah satu dari kedelapan standar itu adalah standar isi. Standar isi memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), yang harus dicapai siswa setelah mengikuti pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu, sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL). Agar peserta didikdapat mencapai SK, KD, maupun SKL secara optimal, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya dalam sebuah sistem yang utuh. Salah satu standar tersebut adalah standar proses. Standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dengan demikian, RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk mengkoordinasikan komponen pembelajaran, yani: kompetensi dasar, materi standar, indicator hasil belajar, dan penilaian. Kompetensi dasar berfungsi mengembangkan potensi peserta didik; materi standar berfungsi memberi makna terhadap kompetensi dasar; indicator hasil belajar berfungsi menunjukan keberhasilan pembentukan kompetensi peserta didik; sedangkan penilaian berfungsi mengukur pembentukan kompetensi dan menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila kompetensi standar belum terbentuk atau belum tercapai. 

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) KTSP yang akan bermuara pada pelaksanaan pembelajaran, sedikitnya mencakup tiga kegiatan, yaitu: identifikasi kebutuhan, perumusan kompeensi dasar, dan penyusunan program pembelajaran.

a.       Identifikasi kebutuhan bertujuan untuk melibatkan dan memotivasi siswa, agar kegiatan belajar dirasakan oleh mereka sebagai bagian dari kehidupannya dan mereka merasa memilikinya.

b.      Identifikasi kompetensi yang harus dipelajari dan dimiliki siswa, perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar. Siswa perlu mengetahui tujuan belajar, dan tingkat-tingkat penguasaan yang akan digunakan sebagai kriteria pencapaian secara eksplisit, dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, penilaian pencapaian kompetensi harus dilakukan secara objektif, berdasarkan kinerja siswa, dengan bukti penguasaan mereka terhadap suatu kompetensi yang telah ditentukan.

c.       Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada rencana pelaksanaan pembelajaran, sebagai produk program pembelajaran jangka pendek, yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen program mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan teknil, media dan sumber belajar, waktu belajar, dan daya dukung lainya.

 

C.    Tujuan Pengembangan dan Inovasi Silabus dan RPP PAI\

 

Adapun fungsi dan Tujuan pengembangan silabus dan RPP dalam pembelajaran antara lain:

1.      Memperkirakan tindakan yang akan dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran.

2.      Pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran.

3.      Fungsi perencanaan, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran yang hendaknya dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memiliki persiapan, baik persiapan tertuis maupun tidak tertulis.

4.      Fungsi pelaksanaan, yaitu fungsi untuk mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan guru. Oleh karena itu, RPP harus disusun secara sitematis dan sistemik, utuh dan menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang aktual sehingga guru lebih siap untuk mengimplementasikannya. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran harus terorganisasi melalui serangkaian kegiatan tertentu, dengan strategi yang tepat dan mumpuni.

5.      Tujuan pengembangan silabus sebagai pedoman pengembangan perangkat pembelajaran lebih lanjut, mulai dari perencanaan, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan penilaian. Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standart kompetensi dan kemampuan dasar.

 

D.   Langkah-Langkah Pengembangan dan Inovasi Silabus dan RPP PAI

 

Langkah-Langkah Pengembangan Silabus PAI

1.      Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:

a.       Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.

b.      Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.

c.       Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

2.      Mengidentifikasi materi Pokok/Pembelajaran

Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

a.     Potensi peserta didik.

b.      Relevansi dengan karakteristik daerah.

c.       Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik.

d.      Kebermanfaatan bagi peserta didik.

e.       Struktur keilmuan.

f.        Aktualitsasi, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran.

g.      Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

h.      Alokasi waktu.

3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.

d.   Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

4.      Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

5.    Menentukan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Terdapat beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian, yaitu:

a.    Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi

b.    Penilaian menggunakan acuan kriteria

c.    Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.

d.    Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.

e.    Sistem penilaian harus disesuaiakan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

6.      Menentukan Alokasi Waktu

Penetuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasaan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakanperkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

7.      Menentukan Sumber/Bahan Ajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan  untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, narasumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada kompetensi inti dan kompetensi dasar serta materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi

Langkah-langkah pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran PAI :

a.       Mengisi kolom identitas.

b.      Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan.

c.       Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indicator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun.

d.      Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indicator yang telah ditentukan.

e.       Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok! Pembelajaran yang terdapat dalam silabus, materi standar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran.

f.        Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan.

g.      Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.

h.      Menentukan sumber belajar yang digunakan.

i.        Menyusun criteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, dan teknik penskoran.

 

E.     Contoh-Contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Silabus dan RPP PAI dalam Pendidikan Era Society 5.0.

Di era revolusi terutama era revolusi industri 4.0, selain menyusun perencanaan pembelajaran yang bersifat beberapa literasi juga perlu dikuasai oleh guru.

1.      Literasi data.

Literasi data yakni kemampuan dalam membaca, menganalisis, dan mempergunakan atau mengolah informasi (Big Bang) di dunia digital. Adapun yang dimaksud Big Bang dalam dunia digital yakni pengolahan dan analisis data dalam jumlah yang begitu besar sehingga memungkinkan seseorang membaca dan melakukan analisis terhadap data tersebut sehingga dapat dimanfaatkan demi kepentingan hidup manusia. Di dunia pendidikan, data menjadi hal yang penting, baik data sederhana maupun kompleks. Sudah menjadi tugas dari tenaga pendidik / guru memiliki kemampuan dalam mengolah, menganalisis dan menyusun secara sistematis data yang dimilikinya. Di era revolusi industri 4.0 tentu akan memberikan kemudahan dalam mengelola dan memanajemen data. Data dapat dimanfaatkan kapan pun dan di mana pun guru tersebut berada.

Adapun berikut merupakan beberapa fasilitas online yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menyimpan dan mengelola data ialah sebagai berikut:

a.       Google Drive

Google Drive merupakan media penyimpanan data yang dapat dipergunakan secara online atau daring melalui internet dari Google. Google Drive memberikan pelayanan yang berbentuk aplikasi atau software yang dapat diakses melalui smartphone ataupun PC sehingga mempermudah dalam melakukan pencadangan data. Berbagai file seperti dokumen, foto/gambar, audio maupun video dapat disimpan secara online karena kapasitas yang dimiliki Google Drive cukup besar yaitu 15 gigabyte.

b.      Dropbox

Dropbox merupakan jaringan penyimpanan data berkas dengan system internet. Jika Google Drive memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 15 gigabyte, maka Dropbox memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 2 gigabyte.

2.       Literasi teknologi

Literasi teknologi merupakan kemampuan dalam mempergunakan teknologi digital, alat komunikasi dan jaringan yang tepat dalam memperoleh solusi permasalahan informasi. Artinya, kemampuan dalam mempergunakan teknologi sebagai alat penelitian dalam mengatur, mengevaluasi dan menyampaikan informasi sesuai etika. Literasi teknologi berkaitan dengan cara manusia memanfatkan teknologi secara baik untuk kemashlahatan dunia terlebih pada dunia pendidikan. Teknologi sederhana apabila diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran maka akan berbeda dengan pembelajaran konvensional.  Literasi teknologi akan memberikan dampak pada guru yakni lebih kreatif dalam merencanakan pembelajaran

Sebelum melaksanakan suatu pembelajaran, guru perlu mempertimbangkan hal-hal berikut dalam memutuskan bagaimana pendidikan dan pembelajaran dilaksanakan:

1.      Pembelajaran berpusat kepada peserta didik (Student Centered Learning)

Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik artinya guru bukan menjadi satu-satunya sumber pengetahuan di kelas. Peserta didik harus berperan aktif dalam mencari dan memperoleh informasi baru ketika terdapat suatu permasalahan (learning how to learn) supaya peserta didik dapat berkompetisi dan berkontribusi di masyarakat global di masa mendatang khususnya menghadapi era society 5.0. Dalam Student Centered Learning, guru berada dalam posisi sebagai fasilitator bagi peserta didik, peserta didik akan mengumpulkan informasi sendiri dengan tetap mendapatkan bimbingan dari guru.

2.      Kolaborasi peserta didik

Kolaborasi peserta didik artinya seluruh peserta didik harus bekerja bersama dalam memperoleh informasi, mengumpulkannya, dan membangun makna.

3.      Meaningful Learning (pembelajaran bermakna/bermanfaat)

Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bukan berarti guru memberikan seluruh kendali atas kelas kepada peserta didik. Namun guru tetap memberikan dorongan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajar yang mereka rasa nyaman, dalam hal ini guru tetap memberikan bimbingan terkait keterampilan yang perlu diperoleh oleh peserta didik. Poin penting dapat dibuat oleh guru untuk membantu peserta didik memahami cara menjadikan keterampilan yang mereka bangun dapat diimplementasikan di kehidupan mereka. Peserta didik akan merasa lebih mendapatkan motivasi dalam mempelajari sesuatu yang dapat mereka lihat manfaat dan nilainya.

Metode pembelajaran era society 5.0 memberikan penekanan pada penguasaan terhadap metode pembelajaran pendidik/guru, pelaksanaannya di dalam kelas dan pengembangan dalam pembelajaran. Inovasi pembelajaran memanfaatkan seluruh potensi yang ada seperti penguasaan terhadap teknologi maupun implementasinya di dalam pembelajaran. Inovasi di dalam pembelajaran dapat menjadi referensi bagi guru untuk melakukan berbagai metode sebagai berikut:

1.      Multimetode

Dalam menerapkan pengembangan inovasi pembelajaran, seorang pendidik tentu memerlukan adanya modal yang begitu penting, yakni memiliki penguasaan terhadap beberapa metode dalam suatu pembelajaran.

2.      Internet

Di internet terdapat banyak situs maupun laman yang menawarkan ribuan atau bahkan jutaan referensi yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan pembelajaran.

3.      Pengalaman

Apabila pendidik memiliki pengalaman yang banyak, maka pendidik tersebut akan semakin mudah dalam mengembangkan model dan metode pembelajaran. Dengan pengalaman tersebut pendidik akan dapat melakukan modifikasi terhadap model maupun metode pembelajaran.

4.      Uji coba

Mencoba merupakan langkah nyata yang dapat dilaksanakan oleh pendidik demi memunculkan inovasi pembelajaran.

5.      Kreativitas

 Kreativitas pendidik bisa melalui penerapan metode pembelajaran yang baru, pemberian nama yang unik, tidak sulit diingat atau bahkan populer.

Terkait dengan model-model pembelajaran yang sesuai dengan era society 5.0 dapat diketahui sebagai berikut:

1.      Model Discovery-Inquiry

Metode pembelajaran discovery (penemuan) merupakan metode pembelajaran yang dilakukan guru dengan mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya tanpa pemberitahuan, akan tetapi sebagian atau seluruhnya ditemukan oleh peserta didik itu sendiri. Model pembelajaran ini fokus pada pemecahan masalah, sehingga perlu adanya eksplorasi berbagai informasi oleh peserta didik sehingga mereka dapat menentukan bagaimana mentalnya setelah memperoleh pertanyaan yang mengacu pada pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran Discovery-Inquiry dapat diimplementasikan untuk membiasakan peserta didik berpikir tingkat tinggi, (high order thinking) atau yang disingkat HOT, berpikir secara ilmiah, tidak bergantung kepada oranglain dan tidak hanya mengutamakan ketrampilan kognitifnya dalam memecahkan suatu masalah.

Adapun langkah-langkah persiapan model pembelajaran Discovery Learning adalah:

a.       Menentukan tujuan pembelajaran

b.      Melakukan identifikasi karakteristik siswa yang meliputi kemampuan awal, minat, gaya belajar dan lain sebagainya.

c.       Melakukan pemilihan materi pelajaran

d.      Menentukan topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif

e.       Melakukan pengembangan bahan dalam pembelajaran yang meliputi contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk kemudian dipelajari oleh peserta didik.

f.        Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana menjadi topik pelajaran yang kompleks, yang semula konkret menjadi abstrak

g.      Melakukan penilaian proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

 

2.      Model Flipped Classroom

Model pembelajaran ini diberikan kepada peserta didik sebelum proses pembelajaran dan ketika sudah berlangsung kegiatan pembelajaran peserta didik diminta untuk fokus dalam melakukan diskusi materi atau permasalahan yang masih belum dipahami atau fokus mengerjakan tugas yang diberikan pendidik.

3.      Model Project Based Learning

Metode pembelajaran ini merupakan pembelajaran berbasis priyek dimana peserta didik diminta untuk menerapkan, mengerjakan dan menghasilkan sesuatu dalam pembelajaran. Sesuatu yang dihasilkan tersebut tentu dapat dilihat, dipelajari, diteliti dan ditiru oleh orang lain. Model pembelajaran ini dapat diimplementasikan oleh pendidik untuk melatih peserta didik agar mampu mencari solusi dan bekerjasama dalam mengerjakan sebuah proyek.

4.      Model blended learning

Pembelajaran hibrid merupakan proses pemerolehan pengetahuan dan keterampilan yang berpusat pada peserta didik dengan mengintegrasikan digital (internet dan mobile), dicetak, direkam dan kegiatan kelas tatap muka tradisional melalui metode yang terencana dengan memfasilitasi siswa untuk mengarahkan sendiri proses belajarnya dengan menentukan metode dan materi pembelajaran yang tersedia sesuai karakteristik dan kebutuhan individualnya. Model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh melalui media dan teknologi. Hal ini dapat melatih peserta didik untuk lebih mandiri dalam mengakses sumber atau referensi belajar serta mengembangkan skill dalam pemahaman teknologi.

5.      Model Self Organized Learning Environments/SOLE

Model pembelajaran ini fokus pada proses pembelajaran mandiri dengan pemanfaatan internet dan perangkat pintar peserta didik. Hal ini untuk melatih peserta didik dalam berpikir secara kreatif, kemampuan menyelesaikan masalah dan kemampuan dalam berkomunikasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengembangan Dan Inovasi Ekstrakulikuler PAI

 1. Karakteristik ekstrakulikule PAI - Individual, yakni dikembangkan sesuai dengan potensi/bakat peserta didik masing-masing. - Pilih...