Kamis, 26 Mei 2022

Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI

Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI

1.      Karakteristik Metode Pembelajaran PAI

PAI merupakan rumpun mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam. Karena itulah PAI merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam. Ditinjau dari segi isinya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi salah satu komponen, dan tidak dapat dipisahkan dari rumpun mata pelajaran yang bertujuan, mengembangkan moral dan kepribadian peserta didik. 

Tujuan PAI adalah terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti yang luhur (berakhlak mulia), memiliki pengetahuan tentang ajaran pokok Agama Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam, sehingga memadai baik untuk kehidupan masyarakat maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Pendidikan Agama Islam, sebagai sebuah program pembelajaran, diarahkan pada (a) menjaga aqidah dan ketakqwaan peserta didik, (b) menjadi landasan untuk rajin mempelajari ilmu-ilmu lain yang diajarkan di madrasah, (c) mendorong peserta didik untuk kritis, kretif dan inovatif, (d) menjadi landasan perilaku dalm kehidupan sehri-hari di masyarakat. PAI bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang Agama Islam, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (membangun etika sosial). 

Pembelajaran PAI tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotoriknya.

Isi mata pelajaran PAI didasarkan dan dikembangkan dari ketentuan-ketentuan yang ada dalam dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW (dalil naqli). Di samping itu materi PAI juga diperkaya dengan hasil-hasil istinbath atau ijtihad (dalil aqli) para ulama sehingga ajaran-ajaran pokok yang bersifat umum lebih rinci dan mendetil. 

Materi PAI dikembangkan dari tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu aqidah,syari'ah dan akhlak. Aqidah merupakan penjabaran konsep Islam, dan akhlak merupakan penjabaran konsep ihsan. Dari ketiga konsep dasar itulah berkembang berbagai kajian keislaman, termasuk kajhian-kajian yang terkait dengan ilmu, teknologi, seni dan budaya.

Out put pembelajaran PAI di sekolah adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak mulia (budi pekerti luhur) yang merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia. pendidikan akhlak adalah  (budi pekerti) adalah jiwa pendidikan dalam Islam, sehingga pencapaian akhlak mulia (karimah) adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan. Dalam hubungan ini, perlu ditegaskan bahwa pelajaran PAI tidak identik dengan menafikan pendidikan jasmani dan pendidikan akal. Keberadaan program pembelajaran selain PAI juga menjadi kebutuhan bagi peserta didik yang tidak dapat diabaikan. Namun demikian, pencapaian akhlak mulia justru mengalami kesulitan jika hanya dianggap menjadi tanggung jawab mata pelajaran PAI. Dengan demikian, pencapaian akhlak mulia harus menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk mata pelajaran  non PAI dan guru-guru yang mengajarkannya. Ini berarti meskipun akhlak itu tampaknya hanya menjadi muatan mata pelajaran PAI, mata pelajaran lain juga perlu mengandung muatan akhlak. Lebih dari itu, semua guru harus memperhatikan akhlak peserta didik dan berupaya menanamkannya dalam proses pembelajaran. Jadi, pencapaian akhlak mulia tidak cukup hanya melalui mata pelajaran PAI.

Maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran pada mata pelajaran PAI adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab.

 

2.      Dasar Filosofis Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI

Landasan Filosofis pengembangan dan inovasi metode pembelajaran PAI merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk dalam pembelajaran mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara.

Filosofis atau pandangan hidup dalam dunia pendidikan bertujuan untuk memberikan arah bagi peserta didik dalam belajar. Ketika memiliki arah belajar yang jelas, peserta didik dapat mengeksploitasi kemampuan yang ada dalam dirinya sehingga dapat mencapai hasil terbaiknya.

Filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik-praktik pendidikan. Kemudian, praktik-praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan filosofis. Keduanya sangat berkaitan erat. Hal inilah yang menyebabkan landasan filosofis menjadi landasan penting dalam pengembangan dan inovasi metode pembelajaran PAI.

Landasan filosofis pendidikan merupakan bagian penting yang harus dipelajari dalam dunia pendidikan, hal ini dikarenakan pendidikan bersifat normatif dan perspektif. Selain itu juga, dengan filosofis pendidikan kita akan mengetahui mengapa, apa, dan bagaimana kita melakukan pelajaran, siapa yang kita ajar dan mengenai hakikat belajar. Hal ini merupakan seperangkat prinsip yang menuntun kita dalam melakukan tindakan profesional melalui kegiatan dan masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari.Selain itu juga seiring dengan derasnya arus tukar informasi mengenai sistem pendidilkan yang beragam di berbagai negara, berkembang pula sebuah disiplin baru yang dipandang sejak tahun 1960, yang disebut comparative education. Tujuannya adalah mengetahui berbagai macam perbedaan sistem pendidikan di dunia. Dengan kata lain, bertujuan untuk mengetahui berbagai prinsip yang mendasari pengaturan perkmbangan sistem pendidikan nasional.

Filosofis pengembangan dan inovasi metode pembelajaran PAI adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek pendidikan. Dalam pendidikan terdapat momen studi pendidikan dan momen praktek pendidikan. Melalui studi pendidikan akan diperoleh pemahaman tentang landasan-landasan pendidikan,yang akan dijadikan titik tolak praktek pendidikan. Dengan demikian, landasan filosofis pendidikan sebagai hasil studi pendidikan tersebut, dapat dijadikan titik tolak dalam rangka studi pendidikan yang bersifat filsafiah, yaitu pendekatan yang lebih komprehensif, spekulatif, dan normatif. Peranan landasan filosofis pendidikan juga memberikan rambu-rambu apa dan bagaimana seharusnya pendidikan dilaksanakan. Mustadi (2015) mengatakan bahwa Kebutuhan akan guru sebagai tenaga pendidik yang berkualitas dan profesional sangat penting.

3.      Tujuan Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI

Pada hakikatnya yang menjadi dasar dan tujuan pengembangan dan inovasi metode dalam pembelajaran PAI adalah mengacu pada inovasi pendidikan, karena pembelajaran merupakan suatu komponen dari pendidikan itu sendiri. Salah satu permasalahan serius yang dihadapi dunia pendidikan sekarang ini adalah rendahnya kualitas pembelajaran, termasuk pembelajaran PAI. Proses pembelajaran pendidikan agama yang terjadi kerap kali baru bersifat seadanya, rutinitas, formalitas, kaku, dan kurang makna. Informasi materi pelajaran yang diperoleh dari guru lebih banyak mengandalkan indera pendengaran. Dalam situasi itu indera lain yang dimiliki oleh peserta didik tidak dapat difungsikan secara optimal. Peserta didik akan memahami pelajaran hanya sebagai materi hafalan. Kejenuhan peserta didik terhadap suatu mata pelajaran akan diikuti dengan turunnya prestasi belajar

Indikator dari turunnya presasi belajar itu dapat diketahui dari analisis butir soal, daya serap, rata-rata nilai ulangan harian, dan ulangan blok dari waktu ke waktu. Adapun tujuan pembaharuan pendidikan adalah meningkatkan efesiensi, relevansi kualitas dan efektifitas, sarana serta jumlah peserta didik yang sebanyak banyaknya, dengan hasil pendidikan yang sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat dan pembangunan) dengan menggunakan tenaga, sumber, uang, alat, dan waktu yang sekecil-kecilnya.

Selanjutnya B. Suparna menjelaskan sebagaimana dikutip oleh Martin Sardi, disamping pembaharuan itu untuk memenuhi kebutuhan yang dihadapi dan tantangan terhadap masalah-masalah pendidikan serta tuntutan zaman, perubahan pendidikan juga merupakan usaha aktif untuk mempersiapkan diri di hari esok yang lebih baik dan memberi harapan yang sesuai dengan cita-cita yang didambakan.

Mengacu pada pembaharuan pendidikan di atas, maka upaya tujuan dari inovasi pembelajaran PAI disini adalah mengembangkan perencanaan pembelajaran pendidikan agama yaitu diantaranya; memilih dan menetapkan metode pembelajaran pendidikan agama yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. Karena itu, penekanan utama dalam perencanaan pembelajaran adalah pada pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode pembelajaran pendidikan agama.

Pemilihan metode pembelajaran pendidikan agama harus didasarkan pada analisis kondisi pembelajaran pendidikan agama yang ada, yang nantinya hasil analisis akan menunjukkan kondisi pembelajaran pendidikan agama yang diharapkan. Setelah menetapkan dan mengembangkan metode pembelajaran pendidikan agama dalam kegiatan perencanaan pembelajaran akan diperoleh informasi yang lengkap mengenai kondisi riil yang ada dan hasil pembelajaran pendidikan agama yang diharapkan.

Inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan hususnya proses belajar mengajar. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran.

.

4.      Langkah-Langkah Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI

Langkah-langkah pengembangan dan inovasi metode pembelajaran PAI diantaranya:

1)      Identifikasi Masalah dan Analisis Kebutuhan

Langkah identifikasi masalah dan analisis kebutuhan merupakan awal dari semua langkah inovasi dalam pembelajaran. Dalam melakukan inovasi guru terlebih dahulu harus mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Langkah ini sangat penting dilalui guna menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hasil dari sebuah analisis awal adalah daftar kebutuhan, jenis dan prioritas kebutuhannya. Inovasi yang dilakukan diharapkan akan bermanfaat dan berdampak positif bagi banyak orang khususnya bermanfaat untuk siswa yang ajar dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Manfaat lainnya adalah guru lain bisa menjadikan hasil analisis sebagai referensi guna memperbaiki pembelajaran.

Pada umumnya, analisis kebutuhan ditujukan pada tiga subjek sasaran yaitu,

·         Analisis Kurikulum

·         Analisis Sasaran dan

·         Analisis tren perkembangan teknologi. Analisis kurikulum ditujukan untuk mengetahui secara rinci kebutuhan berdasarkan tuntutan kebutuhan kurikulum. Kurikulum yang senantiasa dinamis memerlukan analisis yang lebih tajam.

2)      Penyusunan Rancangan Inovasi

Penyusunan rancangan inovasi perlu dilakukan oleh guru. Terdapat dua pendekatan langkah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, yaitu pendekatan idealis dan pendekatan pragmatis.

3)      Pengembangan Rancangan Inovasi

Pengembangan rancangan inovasi terhadap RPP perlu dilakukan untuk disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Aktivitas pengembangan yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan cara mengajak rekan sesama guru untuk berdiskusi mengenai bagaimana pengembangan RPP ini dilakukan.

4)      Pelaksanaan Uji Coba

Semua rancangan inovasi yang telah disiapkan harus melalui uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba inovasi tidak perlu mengkhawatirkan berhasil atau tidaknya. Setiap kendala yang ditemukan dalam proses uji coba harus diyakini sebagai sebuah pembelajaran yang akan berdampak positif terhadap guru maupun siswa.

5)      Pengendalian dan Perbaikan

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh guru harus melakukan perbaikan pada setiap kelemahan-kelemahan yang mungkin saja muncul selama proses perancangan.

6)      Implementasi

Setelah semua dirasa siap maka tindakan selanjutnya adalah implementasi terhadap inovasi dalam pembelajaran. Kesiapan guru dalam mengimplementasikan inovasi pembelajaran ini menjadi kunci kesuksesan di lapangan.

7)      Evaluasi

Usai melakukan implementasi selanjutnya guru harus melakukan evaluasi guna perbaikan pada kegiatan pembelajaran berikutnya. Dalam melakukan evaluasi guru harus mampu mengidentifikasi tingkat keberhasilan dalam menerapkan rancangan yang telah diterapkan dan bagian-bagain apa saja yang harus diperbaiki.

Selain itu, guru juga harus menganalisis problem pembelajaran yang harus diselesaikan, jenis aktivitas yang menggambarkan berbagai strategi yang mungkin cocok untuk menyelesaikan persoalan, perbaikan kegiatan, instrumen untuk mengumpulkan data, hasil yang diperoleh dalam menggunakan teknologi, cara alternatif yang lebih baik, sesuatu yang harus diganti dan diperbaiki untuk memperoleh hasil yang lebih baik pada pembelajaran berikutnya.

5.      Contoh-Contoh Hasil Pengembangan dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI dalam Pendidikan Era Society 5.0.

Era super smart society atau dikenal dengan nama era society 5.0 adalah sebuah era yang dicetuskan oleh pemerintah Jepang. Era ini diperkenalkan dalam Forum Ekonomi Dunia yang dilaksanakan di Davos, Swiss pada tahun 2019. (Puspita et al., 2020). Era super smart society adalah sebuah era dimana masyarakat harus bisa menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang diakibatkan oleh penemuan di era industri 4.0 yakni artificial intelligence, internet of things, teknologi robot, hingga big data yang tentunya bisa menggantikan sebagian kebutuhan tenaga manusia (Sawitri, 2019). 

Penerapan teori multiple intelligences dalam pendidikan yang kemudian digambarkan dalam model pembelajaran. Model pembelajaran ini terdiri dari pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran. Pendekatan Pembelajaran Multiple Intelligences. Pendekatan yang digunakan adalah student centered. Student Centered Learning (SCL) adalah salah satu pembelajaran yang bebasis pada aktivitas siswa dan menerapkan prinsip learning by doing. (Antika, 2014) menyatakan bahwa murid bukanlah objek pembelajaran dimana guru memberikan informasi, tetapi murid adalah subjek yang memiliki potensi. Potensi inilah yang harus distimulasi dan dikembangkan untuk mencapai kemampuan yang optimal.

Strategi Pembelajaran Multiple Intelligences dilakukan dengan membuat kelas berdiferensiasi. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk mengimplementasikan kelas berdiferensiasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Arends dan Kilcher dalam (Istiningsih & Nisa, 2015) yakni : a) Melakukan perencanaan. Perencanaan ini dapat dilakukan melalui tiga hal yakni: (1) melakukan identifikasi IQ; (2) Setelah mendapatkan hasil dari tes IQ maka selanjutnya menganalisis kemampuan dan kelemahan yang dimiliki siswa ; dan (3) membuat kelompok- kelompok belajar kecil sesuai dengan minat dan kemampuan siswa. Sehingga dalam hal ini siswa tidak ditekankan untuk menguasai hal yang sama. b) Mengatur kelas berdiferensiasi Pengaturan kelas ini dilakukan secara fleksibel yakni ada saatnya siswa untuk melakukan kegiatan secara individu, kelompok kecil ataupun ada saatnya pembelajaran klasikal (bersamaan).c) Penilaian yang tepat dalam kelas berdiferensiasi Penilaian kelas ini terdiri dari penilaian yang dilakukan diawal (diagnostik), penilaian tengah (formatif) dan penilaian akhir (sumatik).

Metode Pembelajaran Multiple Intelligences Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini disesuiakan dengan setiap kecerdasan. Di Indonesia penerapan kecerdasan ini sudah dilakukan sejak dahulu. Hal ini tercermin dari salah satu tokoh pahlawan nasional bernama KH. Ahmad Dahlan. Hal ini diungkapkan oleh (Amelia & Dahlan, 2021) bahwa K. H. Ahmad Dahlan membawa ilmu agama ke dalam pendidikan modern bukan hanya mengajarkannya kepada siswa, melainkan kepada guru-gurunya juga. Adapun metode yang bisa digunakan untuk mengembangkan kecerdasan ini yakni menggunakan metode ceramah atau bercerita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengembangan Dan Inovasi Ekstrakulikuler PAI

 1. Karakteristik ekstrakulikule PAI - Individual, yakni dikembangkan sesuai dengan potensi/bakat peserta didik masing-masing. - Pilih...